Yogyakarta — Industri ikan hias terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap ikan dengan warna tubuh yang cerah dan menarik. Di balik kebutuhan tersebut, muncul tantangan untuk menghasilkan produk budidaya yang berkualitas sekaligus ramah lingkungan. Menjawab tantangan tersebut, Williana Arshanda, mahasiswa Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, melakukan penelitian yang memanfaatkan limbah kulit buah naga merah sebagai sumber bahan alami untuk mendukung kualitas ikan hias.
SDGs 14 : Menjaga ekosistem laut

Yogyakarta, 18 Juni 2025 – Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan akademik dari Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (UIR). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan jejaring akademik dan pengembangan kurikulum melalui kegiatan benchmarking lintas institusi. Dalam kegiatan ini, Universitas Islam Riau diwakili Ketua Program Studi Budidaya Perairan, Dr. Jarod Setiaji, S.Pi., M.Si., bersama sejumlah dosen dari lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau. Kunjungan ini disambut oleh Ketua Program Studi Akuakultur, Dr. Ir. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si., serta Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Prof. Dr. Ir. Amir Husni, S.Pi., M.Si., beserta jajaran dosen. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika dan tantangan sektor perikanan budidaya yang semakin kompleks.
Yogyakarta, 1 Juni 2025 – Sebagai bagian dari rangkaian praktikum Budidaya Pakan Alami, mahasiswa Akuakultur angkatan 2023 melaksanakan kunjungan edukatif ke Omah Maggot. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan secara langsung pemanfaatan maggot, khususnya dari jenis Black Soldier Fly (BSF), sebagai solusi pengolahan limbah organik sekaligus pakan alternatif dalam budidaya perikanan.
Salah satu peserta mahasiswa, Angel Putri Christiawan, berbagi pengalamannya mengikuti kunjungan tersebut. Angel mengaku sempat ragu mengikuti kegiatan di awal, mengingat maggot identik dengan belatung dan sampah. Namun, kesan itu berubah setelah mengunjungi langsung lokasi budidaya maggot di Omah Maggot. Selama kunjungan, mahasiswa mendapat penjelasan mendalam mengenai proses budidaya maggot BSF. Angel mengungkapkan bahwa banyak hal baru yang ia pelajari, termasuk bagaimana maggot dapat berperan penting dalam pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan.
Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi., merupakan salah satu dosen muda berbakat di Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM. Dengan spesialisasi utama di bidang akuakultur dan peminatan minor pada manajemen kualitas air. Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi. juga memiliki rekam jejak akademik dan pengalaman panjang dalam bidang ekotoksikologi perairan, menjadikannya sosok multidisipliner yang memiliki pandangan luas dalam pengelolaan perairan berkelanjutan. Kepakarannya ini menjadi kekuatan penting dalam upaya pengembangan akuakultur yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan. Riwayat pendidikan pascasarjana Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi. menunjukkan dedikasi dan kecemerlangan akademik yang luar biasa. Ia menyelesaikan pendidikan S2 hanya dalam waktu satu tahun dan melanjutkan S3 yang dirampungkan dalam tiga tahun, seluruhnya di Universitas Hasanuddin, Makassar. Kedua jenjang ini ia tempuh melalui skema beasiswa PMDSU di bawah bimbingan Prof. Akbar Tahir, salah satu tokoh ternama dalam bidang pencemaran laut di Indonesia. Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi. berhasil meraih gelar doktor di usia 27 tahun—prestasi yang mencerminkan semangat belajar dan ketekunan tinggi.
Tepung Bulu Ayam Fermentasi: Hasil Riset Program Studi Akuakultur UGM untuk Akuakultur Berkelanjutan
Yogyakarta – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor akuakultur, tim peneliti dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan inovasi pemanfaatan limbah organik, khususnya bulu ayam, sebagai bahan baku alternatif pakan ikan. Penelitian berjudul “Analisis Proksimat dan Asam Amino pada Olahan Ayam Tepung Bulu untuk Pakan Ikan” ini berfokus pada pemrosesan limbah bulu ayam melalui metode fermentasi dan hidrolisis untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Limbah bulu ayam, yang selama ini dianggap tak bernilai dan mencemari lingkungan, kini dibuktikan dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat dan berpotensi menggantikan sebagian kebutuhan bahan baku pakan ikan yang mahal.
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Program Studi Akuakultur Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam dunia kerja dan industri perikanan. Salah satu bentuk implementasinya adalah kegiatan magang di Swastri Farm, sebuah unit budidaya ikan hias yang berfokus pada pemeliharaan ikan guppy. Dalam program ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengasah keterampilan teknis melalui praktik langsung di lapangan. Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. sebagai dosen pembimbing lapangan yang aktif memfasilitasi proses pembelajaran mahasiswa selama menjalani program magang. Selama mengikuti magang di Swastri Farm, mahasiswa dilibatkan dalam berbagai aspek operasional pemeliharaan ikan guppy, mulai dari perawatan larva hingga tahap indukan dan proses penjualan. Mahasiswa juga diberi tanggung jawab untuk mendukung kegiatan pemasaran, seperti membuat konten promosi digital, melakukan pendataan ikan, serta membantu proses pengemasan ikan sebelum dikirim kepada konsumen. Aktivitas ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai alur produksi dan manajemen usaha budidaya ikan hias skala kecil hingga menengah.
Manchester (Inggris), 4-5 Oktober 2024 – Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti workshop dan training internasional bertajuk “Bioinformatics in Fish Health and Vaccine Efficacy Testing”. Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama dengan Universitas Putra Malaysia (UPM), Harper Adams University, dan Birmingham University. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek penelitian dengan fokus utama pengembangan vaksin berbasis pakan. Vaksin ini diharapkan dapat mencegah penyakit vibriosis pada ikan laut. Pengembangan vaksin ini juga diproyeksikan untuk mengoptimalkan produk perikanan bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs). Workshop ini juga dirancang untuk mendukung inovasi di bidang bioinformatika, sebuah teknologi yang kian relevan dalam meningkatkan efektivitas vaksin dan pengelolaan kesehatan ikan.
Tim mahasiswa Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mencatat prestasi gemilang di kancah internasional. Tim tersebut meraih Gold Medal dalam International Science and Invention Fair (ISIF) 2024 yang diadakan di Bali tepatnya berlokasi di Bali Creative Industri Centre (BCIC). Ajang bergengsi yang diikuti peserta dari berbagai negara ini mempertemukan peneliti dan inovator muda dari seluruh dunia. ISIF 2024 sendiri diselenggarakan bersamaan dengan ajang International Science Olympiad (ISO), yang keduanya memiliki peran penting dalam memajukan ilmu pengetahuan global.

